Tradisi Fua Pah: Ritus dan Mitos Agraris Masyarakat Desa Naekake A

20161205_105647
Ritual adat Di Tengah Kebun (Faot Usaf)

Naekake A, 6/12/2016. Salah satu tradisi ritus agraris yang masih hidup dan terus dikembangkan dalam masyarakat Dawan sampai sekarang ini adalah Tradisi Fua Pah, sebuah tradisi Desa Naekake A pemujaan roh yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu seperti di kebun-kebun, gunung-gunung dan bukit-bukit.

Uis Pah atau Pah Tuaf adalah makhluk halus yang dianggap merugikan manusia akan tetapi sangat membantu masyarakat dawan khususnya di Naekake A, sehingga sebagian masyarakat Dawan menyebutnya sebagai setan. Uis Pah ini diyakini bertempat tinggal di pohon-pohon, batu-batu besar, sungai-sungai, serta tempat-tempat tertentu di sekitar kediaman manusia.

Untuk mengambil hati dan menghindari kemarahan Pah Tuaf, masyarakat Dawan seringkali memberikan berbagai korban persembahan dalam upacara adat yang disebut Fua Pah. Upacara Fua Pah merupakan sebuah tradisi pemujaan kepada Uis Pah (Raja Dunia, Sang Penguasa Tanah dan makhluk di atas alam raya yang dianggap menyimpan kekuatan jahat atau kekuatan setan) dengan cara memberikan sesaji berupa hewan korban.

Tradisi pemujaan Fua Pah sampai sekarang masih hidup dan berkembang dalam masyarakat Dawan. Tradisi ini telah menjadi semacam simbol konstitutif (yang membentuk kepercayaan-kepercayaan), simbol kognitif (yang membentuk ilmu pengetahuan), simbol penilaian moral (yang membentuk nilai-nilai moral dan aturan-aturan), dan simbol-simbol ekspresif (pengungkapan perasaan).

Salah satu Tokoh Adat Desa Naekake A Milikhiur Taninas mengemukakan bahwa Ritual adat ini Sebagai sebuah sistem simbol, tradisi ini memuat berbagai makna yang penting bagi masyarakat pendukungnya. Kajian yang mendalam mengenai latar belakang mitologis munculnya tradisi Fua Pah ini akan memberikan penjelasan tentang inti kepercayaan atau religi lokal masyarakat Dawan. Ungkapnya.

Kepala Desa Naekake A Milikhior Kebo menambahkan bahwa kegiatan ritual adat seperti ini sudah dari nenek moyang kami, akan tetapi pada jaman sekarang hampir mulai punah. saya akan tetap mendorong masyarakat naekake AA khususnya Pemuda untuk mengikut disertakan setiap proses ritual adat. Ungkapnya. AMD

Facebook Comments

Selamat Natal & Tahun Baru 2016

2 Comments

  1. Terimakasih atas blogspot nya… semoga menjadi sebuah pengetahuan bagi generasi yang akan datang…
    Tfaen teu malak Ma hetes ta fena Kuan meto neo Sman Kase…(filosofi dari BPK Wilem Foni)…

Tinggalkan Balasan